Tipe Suara Pemerintah

Saat kita masih berdiri sebagai seorang yang independen kita bisa bebas untuk mengekspresikan apapun yang menjadi pendapat bahkan uneg-uneg kita. Kita merasa bahwa kebebasan ini tidak berbatas. Bahkan terkadang nilai kesopanan itupun diukur berdasarkan ukuran masing-masing individu. Memang tidak ada yang salah mengenai ini, apalagi kita hidup di negara yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat. Bahkan ada undang-undang yang mengatur mengenai hal ini. Namun, sebagai manusia yang beradab tentunya kita perlu membatasi kebebasan kita itu sendiri.

Kita dapat dengan lantang berpendapat tentang segala hal dengan alasan apapun tanpa melihat alasan tersebut bersifat apa. Batasan-batasan sifat ini dalam kebebasan berpendapat memang tidak terlalu kita pikirkan. Dan hal ini tentulah tidak salah, karena kita berdiri di atas kaki kita sendiri.

Namun semua itu akan berubah pada saatnya ketika kita sudah memasuki dunia yang penuh intrik dan rekayasa seperti pemerintahan. Oleh karena kitapun merasa menjadi bagian dari organisasi tertentu kitapun akan berbicara sesuai batasan-batasan maupun sifat-sifat yang muncul karenanya. Dan sudah barang tentu organisasi yang berada di pemerintahan akan selalu dikritik, atau bisa dibilang diserang, oleh para independen maupun organisasi-organisasi oposisinya. Dan pada saat yang sama mereka inipun akan membatasi pendapat orang-orang independen menjadi sifat-sifat tertentu.

Terus terang saya merasakan keganjilan yg cukup terasa melihat dua tipe orang seperti ini. Dan saya sebagai independen berusaha senetral mungkin dalam bersikap. Hanya saja terkadang dua tipe orang ini memang cukup bersebrangan. Terutama orang yg sudah menjadi bagian pemerintah. Mereka akan secara radikal berubah pandangan dan kemudian justru merasa bahwa orang-orang independen itu terlalu naif dalam berpendapat.

Namun, memang, kita tetap butuh pemerintah yang mengatur segala hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Hanya saja saya menyesalkan kenapa mereka harus selalu, atau terkadang juga, bersebrangan dengan rakyat yang diatur oleh mereka. Apa perlu tambahan sebuah organisasi yang menjadi penengah antara dua kubu ini? Atau cukup dengan memulai dari masing-masing individu, baik itu pihak pemerintah maupun independen? Semua jawaban dikembalikan kepada setiap individu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: